Cari Blog Ini

Senin, 15 April 2013

Sajadah Unik

Saat ini telah ada sebuah sajadah yang dapat menentukan arah kiblat secara otomatis. Sajadah ini memiliki kelebihan khusus di saat kita menghamparkannya di lantai.




Ini adalah teknologi yang di kembangkan untuk kita gara dapat membantu dalam menjalankan ibadah dengan baik. Mungkin Anda pernah punya pengalaman nginep di hotel atau villa terus bingung menentukan arah kiblat, untung-untung kalo ada penunjuk arah kiblat yang biasanya ada di langit-langit kamar hotel, tapi kalo ga ada gimana


Sajadah ini dapat mengeluarkan cahaya yang menunjukkan arah kiblat. Apabila cahaya yang dipancarkan redup, maka arah kiblat belum tepat. Sedangkan jika sudah tepat, maka cahaya semakin terang.



Sajadah yang diproduksi Soner Ozenc ini dapat membantu kita yang sedang dalam perjalanan, bermalam di hotel atau berada di tempat yang baru dikunjungi.



Efek cahaya yang muncul dari sajadah ini merupakan teknologi yang dikembangkan perusahaan Surelight di Inggris. Istilahnya: Electro Luminescent Phosphore Printing technology. (Soner Ozenc).
Sajadah model baru ini disebut: El Sajjadah 1426.

Handphone masa depan

Dewasa ini, kalau kita pergi ke perpustakaan, maka agak sulit menemukan kamus yang tebal, karena kita dengan mudah dapat mencari ratusan ribu arti kata-kata dari kamus elektronik yang ringan melalui beberapa kali proses akses. Dengan kata lain, dalam waktu tidak lama lagi, kita akan menghadapi era hilangnya buku bacaan kertas dan buku catatan karena era flexible display telah datang, yakni era penggunaan kertas elektronik yang dapat digulung untuk dimanfaatkan tanpa terpengaruh tempat dan waktu. Korea Selatan baru-baru ini berhasil mengembangkan suatu produk elektronik untuk membuka era flexible display.



Pengembangan OLED yang luwes

Perusahaan Samsung Mobile Display, SMD, baru-baru ini berhasil mengembangkan panel OLED, Organic Light-emitting Diode, atau Dioda Emisi Cahaya Organik dengan tebal 0,02 milimeter atau se per sepuluh rambut, dan berat 0,29 gram atau se per tiga uang kertas. OLED yang dikembangkan SMD tersebut merupakan panel OLED yang paling ringan di seluruh dunia. Ditambah lagi, OLED tersebut tidak dapat pecah walau dipukul dengan palu atau terjatuh, bahkan mempunyai keunggulan resolusi dan definisi yang tinggi.


Produk elektronik yang dapat digulung
Bahan plastik khusus, sebagai pengganti kaca, mewujudkan impian produksi barang elektronik yang dapat digulung. Sejak liquid crystal, atau kristal cairan ditemukan oleh Jerman pada tahun 1854, LCD yakni liquid crystal display telah diterapkan untuk memproduksi barang-barang elektronik, misalnya telepon seluler, MP3 Player, televisi, mesin cuci dan lemari es dan lain-lain. Namun demikian, LCD mempunyai beberapa segi kelemahan, antara lain tidak dapat menimbulkan cahaya secara mandiri sehingga memerlukan sarana pendukung cahaya dan dengan mudah dipecahkan akibat adanya pukulan dari luar, karena panelnya dibuat dengan bahan kaca. Oleh karena itu, monitor-monitor LCD komputer yang dipakai secara umum, ditutupi pelindung kaca khusus. Untuk memecahkan kelemahan itu, perusahaan SMD Korea Selatan menerapkan plastik khusus, sebagai pengganti bahan kaca pada proses pembuatan LCD.



Penerapan bahan plastik khusus pada LCD
Sebenarnya, percobaan untuk menerapkan bahan plastik sebagai pengganti bahan kaca, dalam proses pembuatan LCD merupakan suatu petualangan yang amat beresiko. Karena untuk membuat LCD, harus melewati proses pembuatan dari silikon menjadi bahan semi-konduktor, di bawah kondisi suhu udara 500 derajat selsius. Dalam kondisi suhu udara begitu tinggi, bahan plastik sulit dipertahankan secara utuh. Namun demikian, kalau kita berhasil memasukkan bahan plastik pada LCD, sebagai pengganti bahan kaca, maka dapat menggulungkan LCD seperti kertas yang mudah dibawa ke mana saja. Dengan keunggulan itu, sejumlah besar perusahaan elektronik Korea mencoba mengembangkan LCD plastik khusus. Dengan segala upaya termasuk perbaikan proses pembuatan, misalnya penambahan satu kerangka display dan proses suhu rendah yang dapat menahan sifat bahan perekat, akhirnya Korea Selatan berhasil mengembangkan Flexible OLED. Flexible OLED Korea dengan menerapkan teknologi khusus, berhasil menghilangkan kerangka LCD yang dengan mudah dapat diterapkan untuk barang-barang elektronik, misalnya, telepon seluler, buku elektronik, dan paspor elektronik, dengan harga produksi relatif murah. Ditambah lagi, Flexible OLED Korea Selatan dapat menghemat biaya listrik dan tetap mempunyai tingkat resolusi serta definisi tinggi. Dengan kata lain, dalam waktu 1 atau 2 tahun mendatang, kita dapat melihat LCD yang dapat dikenakan bagaikan baju atau dapat digulungkan seperti kertas.


Menemukan produk elektronik impian
Hingga sekarang, perusahaan Samsung Mobile Display, SMD belum memastikan rencana produksi barang elektronik yang menerapkan teknologi Flexible OLED itu. Tetapi, teknologi canggih itu akan segera membuka era display yang luwes sebagai suatu perwujudan impian kita selama ini. Dengan kesimpulan, keberhasilan Flexible OLED Korea Selatan akan menjadi suatu kesempatan baik untuk mewujudkan era penggunaan panel OLED yang kuat dan bersifat dapat digulung seperti kertas.

Wajah Indah Matahari

SOLAR 001
Sekumpulan awan besar yang terdiri dari plasma padat yang relatif dingin terlihat
tertahan di dalam panasnya matahari, corona tipis. Pada saat tertentu awan in dapat
meledak, terlepas dari atmosfir matahari. emisi dari garis spectral menunjukan
chromosphere bagian atas yang memiliki temperatur 60.000 derajat K (lebih dari 100rb
derajat F). Setiap bagian dari gambar ini menunjukan struktur medan magnet. bagian
terpanas nampak hampir berwarna putih, sementara bagian berwarna merah gelap menunjukan
bagian yang memiliki temperatur lebih dingin.(Courtesy of SOHO/EIT consortium)


SOLAR 002


Close up detail dari structur magnetic di atas permukaan matahari, dilihat dari H-alpha wavelength pada 22 agustus 2003. (solar teleskop 1-m swedia (SST) yang dioperasikan oleh Royal Swedish Academy of Sciences, Oddbjorn Engvold, Jun Elin Wiik, Luc Rouppe vander Voort)
 

SOLAR 003


NASA STEREO satellite menangkap gambar pertama tabrakan antara "Badai" matahari, yang
disebut coronal mass ejection (CME), dan comet pada 4 april 2007. tabarakan ini
menyebabkan terlepasnya ekor plasma comet. Comet adalah sisa dari formasi tata surya
milyaran tahun lalu. comet biasanya berada di bagian dingin,yang jauh dari tata surya, tapi kadangkala tarikan grafitasi dari planet, comet lain atau bahkan bintang di dekat comet tersebut membawa comet ke dalam tata surya. sesampainya di tata surya, panas matahari dan radiasi menguapkan gas dan debu dari comet yang membentuk ekor comet. comet biasanya memiliki 2 ekor, yang satu terbentuk dari debu dan yang satu terbentuk dari gas yang terkonduksi secara electric yang disebut plasma. (NASA/STEREO)
 

SOLAR 004


Gambar dari bagian matahari yang aktif diambil pada 24 juli 2002 dekat bagian timur
matahari.bagian highlight gambar adalah bentuk tiga dimensional dari photosphere jika
dilihat dari sudut besar ini. struktur pada bagian sunspot yang gelap di bagian atas
tengah gambarmenunjukan perbedaan ketinggian diatas "permukaan gelap" dari sunspot.
ketinggian dari struktur ini telah diestimasikan oleh Dr. Bruce Lites dari High Altitude Observatory berkisar antara 200 dan 450 km. bagian kecil yang terpisah
dari gambar berukuran sekitar 70 km.Terdapat juga beberapa cahaya "faculae" yang terlihat dari ujung granules yang menghadap observatorium pengamatan. (Prof. Goran Scharmer/Dr. Mats G. Löfdahl/Institute for Solar Physics of the Royal Swedish Academy of Sciences)
 

SOLAR 005


Gerhana matahari total pada 16 februari 1980 yang difoto dari Palem, India oleh tim
riset dari High Altitude Observatory of the National Center for Atmospheric Research.
Foto dari corona matahari ini diambil dari kamera system yang dikembangkan oleh Gordon A. Newkirk, Jr.Alat khusus ini mangambil gambar corona dalam cahaya merah, 6400 A. (Rhodes College, Memphis, Tennessee / High Altitude Observatory (HAO), University Corporation for Atmospheric Research (UCAR))

SOLAR 006


Planet Venus terlihat dari TRACE satellite NASA, pada permulaan perjalanannya mengelilingi matahari pada 8 juni 2004. (NASA/TRACE)

SOLAR 007


Gambar dari sunspot dan granules pada permukaan matahari, terlihat pada H-alpha
wavelength pada 4 agustus 2003 (Swedish 1-m Solar Telescope (SST) operated by
the Royal Swedish Academy of Sciences, Göran Scharmer and Kai Langhans, ISP)

SOLAR 008


solar flare 9pijar matahari) menghasilkan gelombang seismik pada matahari yang hampir
mirip dengan gelombang yang dihasilkan oleh gempa bumi di bumi kita,pada 27 mei 1998
para penelitimengamati gempa yang diakibatkan oleh solar flare ini yang memiliki
sekitar 40.000kali energi yang dihasilkan oleh gempa bumi yang menghancurkan san
fransisco tahun 1906,atau menurut kalkulasi para ahli sama dengan gempa bumi berkekuatan 11.3 SR. dalam jangka waktu 1 jam solar flare dapat mencapai jarak
10 kali diameter bumi sebelum lenyap di photosphere matahari. tidak seperti riak air
yang bergerak keluar pada kecepatan konstan, gelombang matahari bergerak dengan
kecepatan 22.000 mil per jam sampai dengan kecepatan maksimumnya 250.000 mil per jam
sebelum menghilang.(Courtesy of SOHO/EIT consortium. SOHO is a project of internationalcooperation between ESA and NASA)

SOLAR 009


Animasi dari matahari, terlihat dari Extreme ultraviolet Imaging Telescope (EIT) milik NASA pada jangka waktu 6 hari, dimulai dari 27 juni 2005(Courtesy of SOHO/EIT consortium)

SOLAR 010


Hinode(sebelumnya dikenal dengan nama Solar-B) berhasil menangkap solar flare raksasa
pada 13 desember 2006. Ini merupakan solar flare/pijar matahari terbesar yang terjadi
pada periode aktivitas matahari minimum. (JAXA/NASA/PPARC)

SOLAR 011


Gambar ini menunjukan Corona untuk aktivitas matahari sedang, denngan beberapa region
(merah) panas di kedua hemisphere, dikelilingi oleh (biru/hijau) palasma yang lebih dingin dari corona. Perhatikan juga filamen putaran trans-equatorial di bagian utara dari polar-crown,dan lubang corona(coronal hole) pada bagian sudut tenggara (kanan bawah) dari gambar dan bagian yang lebih kecil di atas kutub utara. Gambar ini menunjukan corona matahari dalam false-color, komposit 3-bagian: biru,hijau dan chanel merah menunjukan wavelength/panjang gelombang 171A,195A, dan 284A, secara berturut-turut (paling sensitif pada emisi 1, 1.5, dan 2 juta derajat gas)(TRACE Project, Stanford-Lockheed Institute for Space Research, NASA)

SOLAR 012


Gambar dari sunspot/noda matahari dengan bentuk tidak beraturan dan granules pada permukaan matahari, terlihat pada 22 agustus 2003 (Swedish 1-m Solar Telescope (SST) diopersikan oleh the Royal Swedish Academy of Sciences, Oddbjorn Engvold, Jun Elin Wiik, Luc Rouppe van der Voort, Oslo)

SOLAR 013


Pada 8 November 2006, merkurius terlihat, memulai perputarannya di depan matahari.(NASA/TRACE)

SOLAR 014


Gambar TRACE 171Å-wavelength pada 11 November 2006 ini menunjukan region aktif dengan
ukuran berubah-ubah pada bagian sayap timur matahari (diputar searah jarum jam 90 derajat sehingga utara adalah bagian kanan) tepat pada saat berotasi menghadap hemisphere bumi. perhatikan struktur berwarna hitam dari filamen pada ujung utama region, beberapa material hitam yang mengambang pada bagian kanan region, dan bagian ephemeral di bagian kanan bawah. (NASA/TRACE)

SOLAR 015


matahari, diamati pada 22 mei 2008.Dengan matahari yang terus beraktivitas pada
keadaan minimum ,hanya sebagian kecil dari aktivitas saja yang terlihat pada
piringan matahari. penampilan seperti cell terbentuk oleh kumpulan cluster2x kecil
magnetic flux yang terkumpul pada region bagian bawah jaringan superglanural dari
pergerakan transmisi.(NASA/TRACE)

SOLAR 016


gambar pusaran tipis terlihat melengkung di atas region aktif dari matahari pada 1
januari 2001.(Courtesy Dick Shine, NASA/TRACE)
SOLAR 017


Gambar LASCO C2 ini yang diambil pada 8 januari 2002, menunjukan coronal mass
ejection (CME) yang tersebar luas pada saat meletus lebih dari 1 milyar ton material
terlepas ke ruang angkasa dengan kecepatan jutaan kilometer per jam. Gambar C2
diputar 90 derajat sehingga ledakan nampak seperti menuju ke bawah.(Courtesy of SOHO
/LASCO consortium)

SOLAR 018


Close up detail dari struktur magnetik pada permukaan matahari, terlihat dari
H-alpha wavelength pada 22 agustus 2003.(Swedish 1-m Solar Telescope (SST) dioperasikan oleh the Royal Swedish Academy of Sciences, Oddbjorn Engvold, Jun Elin Wiik, Luc Rouppe van der Voort, Oslo)

SOLAR 019


Pesawat Ruang Angkasa Nasa STEREO mengamati letupan matahari yeng menakjubkan ini
pada 29 september 2005 pada 304 wavelength of extreme UV light. letupan ini muncul
dan menghilang selama beberapa jam, nampak seperti bendera terbentang, pada saat
terpecah ke ruang angkasa. Material yang diamati ini sebenarnya helium yang terionisasi pada suhu sekitar 60.000 derajat. Letupan merupakan kumpulan gas yang relatif lebih dingin yang tertahan di atas permukaan matahari dan dikontrol oleh medan magnetik.(NASA/STEREO)

SOLAR 020


Transit dari Bulan melintasi permukaan matahari pada 25 februari 2007 - namun tidak
terlihat dari bumi. Pemandangan ini hanya terlihat dari STEREO-B spacecraft di orbit
nya di matahari, bergerak di bag belakang bumi. Misi STEREO NASA terdiri dari 2 pesawat ruang angkasa yang diluncurkan pada oktober 2006 untuk mempelajari badai matahari (solar storm). STEREO-B sekarang berada sekitar 1 juta mil dari bumi, 4,4 kali lebih jauh dari bulan daripada kita di bumi. Sebagai hasilnya bulan nampak 4,4 kali lebih kecil dari yang biasa kita lihat.(NASA/STEREO)

SOLAR 021


Pada 30 September 2001 TRACE mengamati flare M1.0 di region aktif sangat dekat dengan bag. sayap matahari. Fragmen dari prominence bergerak di atas region, dengan material filamengelap (yg relatif lebih dingin) bergerak mengikuti di bagian garis permukaan, yang kemudian berpisah untuk membentuk outline terang berbentuk naga ini. (NASA/TRACE)
 

Minggu, 14 April 2013

hewan terunik hasil modifikasi teknologi







daftar nama gunung di Indonesia

Berdasarkan nama

A
Gunung Agung, di Pulau Bali
Gunung Abang, di Pulau Bali
Gunung Anjasmara, di Jawa Timur
Gunung Argopuro, di Jawa Timur
Gunung Arjuno, di Jawa Timur
Gunung Aseupan, di Banten

B
Bur Ni Telong, di Nad
Gunung Baluran, di Jawa Timur
Gunung Batok, di Jawa Timur
Gunung Batur, di Bali
Gunung Bandahara, di NAD
Gunung Bawakaraeng, di Sulawesi selatan
Gunung Bromo, di Jawa Timur
Gunung Bukitunggul, di Jawa Barat
Gunung Burangrang, di Jawa Barat
Gunung Botto Kabobong, di Sulawesi selatan

C
Gunung Cikurai, di Jawa Barat
Gunung Ciremai, di Jawa Barat

D
Gunung Dempo, di Sumatera Selatan

G
Gunung Galunggung, di Jawa Barat
Gunung Gamalama, di Sulawesi
Gunung Gamkonora, di Maluku Utara
Gunung Gede, di Jawa Barat

H
Gunung Halimun, di Banten
Gunung Handeuleum, di Banten

I
Kawah Ijen, di Jawa Timur

J
Puncak Jaya di Papua

K
Gunung Kabaena, di Pulau Kabaena, Sulawesi Tenggara
Gunung Karang, di Banten
Gunung Kelud, di Jawa Timur
Gunung Kerinci, di Sumatera Barat
Gunung Krakatau, di Selat Sunda

L
Gunung Leuser, di NAD
Gunung Lawu, di Jawa Timur

M
Gunung Malabar, di Jawa Barat
Gunung Marapi, di Sumatera Barat
Gunung Merapi, di Jawa Tengah
Gunung Merbabu, di Jawa Tengah
Gunung Muria, di Jawa Tengah

P
Gunung Pangrango, di Jawa Barat
Gunung Papandayan, di Jawa Barat
Gunung Patuha, di Jawa Barat
Gunung Penanggungan, di Jawa Timur
Gunung Perkison, di NAD
Gunung Pesagi, di Lampung
Gunung Pesawaran, di Lampung
Gunung Prahu, di Jawa Tengah
Gunung Pulasari, di Banten

R
Gunung Raung, di Jawa Timur
Gunung Rinjani, di NTB
Gunung Rajabasa, di Lampung

S
Gunung Salak, di Jawa Barat
Gunung Sanggabuana, di Jawa Barat
Gunung Semeru, di Jawa Timur
Gunung Seminung, di Lampung
Gunung Sibayak, di Sumatra Utara
Gunung Sibuatan, di Sumatera Utara
Gunung Sihapuabu, di Sumetera Utara
Gunung Sinabung, di Sumatera Utara
Gunung Slamet, di Jawa Tengah
Gunung Seblat, di Bengkulu
Gunung Singgalang, di Sumatera Barat
Gunung Sago, di Sumatera Barat
Gunung Sumbing, di Jawa Tengah

T
Gunung Talamau
Gunung Talang, Sumatra Barat
Gunung Tambora, Pulau Sumbawa, Nusa Tenggara Barat
Gunung Tampomas, Sumedang, Jawa Barat
Gunung Tandikat, Sumatra Barat
Gunung Tanggamus, di Lampung
Gunung Tangkuban Parahu, di Jawa Barat

W
Gunung Welirang, Jawa Timur
Gunung Wilis, di Jawa Timur
Gunung Wayang, di Jawa Barat

Berdasarkan letak

Gunung di Irian
Gunung Jaya - Puncak Jaya merupakan sebuah gunung yang terdapat di provinsi Irian Jaya, Indonesia. Puncak Jaya mempunyai ketinggian setinggi 4880m. Puncak Jaya adalah gunung tertinggi di Indonesia.

Gunung di Jawa
Gunung Anjasmara (2.277 m)
Gunung Argapura (3.088 m)
Gunung Arjuno (3.339 m)
Gunung Bromo (2.392 m)
Gunung Bukit Tunggul (2.208 m)
Burangrang (2.057 m)
Gunung Cereme (3.078 m)
Gunung Cikuray (2.818 m)
Gunung Galunggung (2.167 m)
Gunung Gede (2.958 m)
Gunung Guntur (2.249 m)
Gunung Karang (1.245 m) sekitar 40 KM selatan Pandeglang
Gunung Kembar I (3.052 m)
Gunung Kembar II (3.126 m)
Gunung Lawu (3.245 m)
Gunung Semeru (3.676m) gunung tertinggi di pulau Jawa dan gunung berapi ketiga tertinggi di Indonesia
Gunung Malabar (2.343 m)
Gunung Masigit (2.078 m)
Gunung Merapi (2.911 m)
Gunung Merbabu (3.145 m)
Gunung Pangrango (3.019 m)
Gunung Papandayan (2.665 m)
Gunung Patuha (2.386 m)
Gunung Penanggungan (1.653 m)
Gunung Raung (3.332 m)
Gunung Salak (2.211 m)
Gunung Slamet (3.432 m)
Gunung Sumbing (3.336 m)
Gunung Sundara (3.150 m)
Gunung Tangkuban Perahu (2.084 m)
Gunung Ungaran (2,050 m)
Gunung Wayang (2.181 m)
Gunung Welirang (3.156 m)
Gunung Wilis (2.552 m)

[sunting] Gunung di Kalimantan
Gunung Palung (1116 m)

[sunting] Gunung di Sulawesi
Gunung Lokon (1.689 m)
Gunung Klabat
Gunung Mahawu
Gunung Bawakaraeng (2.705 m)
Gunung Latimojong (3.680 m)

[sunting] Gunung di Sumatra
Gunung Dempo (3159 m) Sumatra Selatan
Gunung Kerinci (3.805 m) Jambi gunung tertinggi di Sumatra, kedua di Indonesia dan gunung berapi tertinggi di Indonesia
Sibayak (2.212 m) Sumatra Utara
Gunung Pesagi (2.262 m) Lampung
Gunung Singgalang (2.877 m) Sumatra Barat
Gunung Marapi (2,891.3 m) Sumatra Barat
Gunung Talamau (2,912 m) Sumatra Barat
Gunung Tandikat (2438 m) Sumatra Barat
Gunung Leuser (3172 m) NAD
Gunung Perkison (2300 m) NAD

[sunting] Tempat lainnya
Gunung Agung (3.142 m) di Bali
Gunung Rinjani (3.726 m) di Lombok, gunung berapi kedua tertinggi di Indonesia
Gunung Tambora (2.850 m) di pulau Sumbawa
Krakatau di Selat Sunda

Mengapa belum ada mesin waktu?

-Pertama, mesin waktu tidak ada contohnya.
Kita lihat lagi sejarah ditemukannya pesawat terbang. Waktu orang-orang masih sebatas berkhayal bisa terbang layaknya burung atau minimal punya suatu alat untuk terbang, ada saja orang-orang (yang pada masa itu dianggap sinting) mau berusaha mewujudkannya. Dengan berbasis pada cara burung terbang, mereka akhirnya bisa membuat suatu wahana yang memungkinkan manusia terbang. Mereka punya dasar nyata untuk menciptakan pesawat terbang yaitu dari burung, nah mesin waktu? Ada burung yang bisa kembali ke masa lalu?

-Kedua, sejarah tidak berubah.
Kalaupun iya di masa depan, anggaplah tahun 3012 mesin waktu benar-benar ditemukan, pasti bakalan
jadi rebutan. Bukan tidak mungkin sampai terjadi perang dunia demi menguasai teknologi mesin waktu. Kalo ibarat jaman sekarang itu bagai teknologi nuklir yang jadi rebutan biarpun untuk listrik. Pasti harus ada regulasi internasional yang mengatur penggunaan mesin waktu supaya tidak disalahgunakan. Masalahnya, di dekade-dekade awal digunakannya mesin waktu pasti banyak masalah. Masalah keamanan dari teroris, kepentingan politik dll, persisi seperti permasalahan nuklir seperti jaman sekarang dimana hanya Amerika dan sekutu-sekutunya yang boleh memilikinya. Jadi, kalaupun mesin waktu benar-benar ada di masa depan, kenapa orang-orang pada masa depan itu tidak memperingatkan
orang-orang jaman sebelumnya akan bencana alam, perang dll.

Mustahil teknologi mesin waktu hanya digunakan untuk tujuan bersih, seperti teknologi bom yang ada jaman sekarang, ada saja yang menggunakannya untuk tujuan teroris. Jadi bukan mustahil mesin waktu digunakan untuk mengubah sejarah, ya misalnya Rusia mau balas dendam dengan Amerika lalu mereka kembali ke masa lalu dengan membawa teknologi masa depan dan akhirnya orang Amerika musnah. Tapi faktanya, sejarah tidak berubah. Jadi kesimpulannya, percaya atau tidak teknologi mesin waktu tidak akan pernah ada.[Np]

Sumber : info astronomy.

Mesin waktu harus bisa melebihi kecepatan cahaya, tetapi sampai sekarang pun belum pernah ada benda buatan manusia yang bisa melebihi kecepatan cahaya..

sebuah filosofi

Seorang Profesor dari sebuah universitas terkenal menantang mahasiswa-mahasiswa nya dengan pertanyaan ini, "Apakah Tuhan menciptakan segala yang ada?".

Seorang mahasiswa dengan berani menjawab, "Betul, Dia yang menciptakan semuanya".

"Tuhan menciptakan semuanya?" Tanya professor sekali lagi. "Ya, Pak, semuanya" kata mahasiswa tersebut.

Profesor itu menjawab, "Jika Tuhan menciptakan segalanya, berarti Tuhan menciptakan Kejahatan. Karena kejahatan itu ada, dan menurut prinsip kita bahwa pekerjaan kita menjelaskan siapa kita, jadi kita bisa berasumsi bahwa Tuhan itu adalah kejahatan".

Mahasiswa itu terdiam dan tidak bisa menjawab hipotesis professor tersebut. Profesor itu merasa menang dan menyombongkan diri bahwa sekali lagi dia telah membuktikan kalau Agama itu adalah sebuah mitos.

Mahasiswa lain mengangkat tangan dan berkata, "Profesor, boleh saya bertanya sesuatu?".

"Tentu saja," jawab si Profesor,

Mahasiswa itu berdiri dan bertanya, "Profesor, apakah dingin itu ada?"
"Pertanyaan macam apa itu? Tentu saja dingin itu ada.
Kamu tidak pernah sakit flu?" Tanya si professor diiringi tawa mahasiswa lainnya.

Mahasiswa itu menjawab, "Kenyataannya, Pak, dingin itu tidak ada.

Menurut hukum fisika, yang kita anggap dingin itu adalah ketiadaan panas. Suhu -460F adalah ketiadaan panas sama sekali. Dan semua partikel menjadi diam dan tidak bisa bereaksi pada suhu tersebut. Kita menciptakan kata dingin untuk mendeskripsikan ketiadaan panas."

Mahasiswa itu melanjutkan, "Profesor, apakah gelap itu ada?" Profesor itu menjawab, "Tentu saja itu ada."
Mahasiswa itu menjawab, "Sekali lagi anda salah, Pak.

Gelap itu juga tidak ada. Gelap adalah keadaan dimana tidak ada cahaya. Cahaya bisa kita pelajari, gelap tidak.

Kita bisa menggunakan prisma Newton untuk meme-cahkan cahaya menjadi beberapa warna dan mempelajari berbagai panjang gelombang setiap warna. Tapi Anda tidak bisa mengukur gelap. Seberapa gelap suatu ruangan diukur dengan berapa intensitas cahaya di ruangan tersebut. Kata gelap dipakai manusia untuk mendeskripsikan ketiadaan cahaya."

Akhirnya mahasiswa itu bertanya, "Profesor, apakah kejahatan itu ada?"
Dengan bimbang professor itu menjawab, "Tentu saja, seperti yang telah kukatakan sebelumnya.

Kita melihat setiap hari di Koran dan TV. Banyak perkara kriminal dan kekerasan di antara manusia. Perkara-perkara tersebut adalah manifestasi dari kejahatan."

Terhadap pernyataan ini mahasiswa itu menjawab, "Sekali lagi Anda salah, Pak.

Kajahatan itu tidak ada. Kejahatan adalah ketiadaan Tuhan. Seperti dingin atau gelap, kajahatan adalah kata yang dipakai manusia untuk mendeskripsikan ketiadaan Tuhan. Tuhan tidak menciptakan kajahatan. Kajahatan adalah hasil dari tidak adanya kasih Tuhan dihati manusia. Seperti dingin yang timbul dari ketiadaan panas dan gelap yang timbul dari ketiadaan cahaya."

Profesor itu Pun Terdiam.